0

Resume 4

Posted by Fajar Nurmalasari on 05.18

Nama  : Fajar Nurmalasari
Kelas    : Pariwisata A
Nim     : 16/396354/sv/10567
Pariwisata pedesaan yang terus berkembang pada suatu wilayah akan membawa pengaryh atau dampak terhadap aspek lainya seperti berdampak pada sosial ekonomi, budaya, dan Fisik baik yang di bangun ataupun yang alami . pada beberapa dampak yang muncul di beberapa aspek tersebut tidak hanya membawa pengaruh positif namun juga terdapat pengaruh  atau dampak negatif yang dibawa oleh munculnya pariwisata pedesaan.
Pada aspek sosial ekonomi pariwisata pedesaan membawa dampak positif seperti menambah lapangan kerja baru, membantu masalah ketidakseimbangan sosia ayau kesenjangan soisal dan juga membantu dalam pengenmbangan kegiatan komunitas, dan memberikan kesempatan untuk populasi di daerah yang kurang berkembang. Sedangkan, untuk dampak negative seperti adanya kebocora ekonomi dan inflasi harga lokal yang seharusntya lebih rendah menjadi sangat tinggi, adanya perpindahan penduduk migrasi in migrasi, kesenjangan kesetaraan perempuan,ekonomi lokal yang rendah dan pola permintaan pariwisata yang bersifat musiman dan mudah berubah atau bosan dan menjadi sepi sehingga harus mencari inovasi lain.
Selanjutnya untuk aspek budaya pengaruh atau dampak postif adalah berkembangnya budaya lokal yang ada menjadi lebih terlestarikan dan terkenal di luar. Adanya inovasi baru untuk memodifikasi budaya yang sudah ada dengan budaya baru atau kreasi baru untuk lebih menarik wisatawan. Untuk dampak negatifnya adalah adanya kelunturan atau kehilangan keaslian pada budaya masyarakat lokal.
Dan yang terakhir adalah pada aspek fisik seperti bangunan dan alam, dampak postifnya disini adalah adanya konstribusi terhadap konservasi dan perlindungan, adanya proses perbaikan dan pembangunan kembali bangunan yang sudah lama terbengkalai untuk di manfaatkan kembali menjadi objek wisata baru. Sedangkan dampak negatifnya yaitu adanya perusakan habitat aslu beberapa mahluk hidup karena di renovasi menjadi bangunan baru.


0

Resume 3 Rural Tourism and Recreation | Priciple To Practice

Posted by Fajar Nurmalasari on 06.57










Fajar Nurmalasari
16/396354/SV/10567
Pariwisata A

Rural Tourism and Recreation | Priciple To Practice

Pariwisata merupakan suatu industri yang banyak memiliki  beragam jenis dan dapat dikembangkan dimana saja sesuai dengan potensi yang ada. Salah satu potensi wisata yang saat ini mulai berkembang di Indonesia adalah potensi wisata yang ada di pedesaan. Wisata Pedesaan saat ini mulai tumbuh pesat di berbagai wilayah di Indonesia.  Untuk menjadikan  suatu desa menjadi desa wisata hal yang harus di lakukan adalah dengan menganalisis potensi wisata apa saja yang ada di dalamnya . Wisata pedesaan dapat dijalankan dengan memanfaatkan dan mengoptimalkan keunggulan yang ada dan dimiliki oelh suatu desa yang sangat berpeluang untuk di kembangkan sebagai paket wisata yang menarik sehingga menarik wisatawan  untuk dating dan menikmati .  Potensi yang ada pada masyarakat pedesaan di kemas sedemikan rupa namun tetap sesuai dengan ciri khas atau budaya masyarakat yang ada.
Seiring dengan perkembangan pariwisata, pembangunan desa wisata sangat menguntungkan atau akan membawa banyak perubahan pada suatu masyaakat yang ada di dalamnya. Setelah pebangunan desa berhasil dan banyak masyarakat yang diperdayakan dalam mengelola potensi wisata yang ada akan semakin meningkat pula taraf ekonomi pada masyarakat desa tersebut. Pembangunan desa akan mengarahkan masyarakatnya untuk lebih berfikir kreatif dan inovatif dalam menciptakan produk produk yang akan di sajikan atau di tawarkan kepada wisatawan dengan pengemasan yang sangat unik sehingga wisatawan yang dating merasa puas dengan apa yang ada di desa tersebut. Dengan banyak na kegiatan yang di lakukan oleh  masyarakat pada wisata pedesaan ini akan muncul pula kontak sosial yang baru. Produk pada wisata pedesaan ini dapat berupa karya seni, pemandangan alam, budaya dan adat istiadat masyarakat, kerajinan, jasa, wisata air, kegiatan olahraga,dan kegiatan keliling desa.
Program atau strategi yang digunakan untuk memajukan dan membangun suatu wisata pedesaan selain harus menciptakan daya tarik yang bagus juga harus memperhatikan system keberlanjutan baik dalam bidang sosial budaya, alam, maupun ekonomi.  Wisata ini memungkinkan untuk pengembangan ekonomi spesifik, produksi makanan yang berkualitas, pemanfaatan bangunan yang terbengkalai,pemandangan yang unik dan budaya. Pembangunan pedesaan dapat memberikan peluang untuk mengevaluasi ulang warisan dan symbol serta lingkungan dan identitas dari desa yang di bangun. Dalam melakukan pembangunan pada pedesaan harus memperhatikan beberapa strategi penting seperti harus membantu kebijakan kelanjutan lingkungan, ekonomi dan keberlajutan sosial.





0

Tugas Kelompok 10 . Desa wisata Tembi

Posted by Fajar Nurmalasari on 08.35
Nama : Fajar Nurmalasari
Kelas : Pariwisata A
Nim : 16/396354/sv/10567

Desa Wisata Tembi

        Merupakan salah satu Desa wisata yang cukup terkenal terletak di Bantul Yogakarta. Desa Wisata Tembi adalah wisata yang mengajak pengunjunga merasakan nuansa kehidupan di pedesaan secara langsung.

Alasan Desa Wisata Tembi merupakan salah satu Desa Wisata terbaik adalah, antara lain ;
1.      Mendapatkan penghargaan sebagai Desa dengan Homestay terbaik se ASEAN ada tahun 2016, karena desa ini memiliki Homestay dengan jumlah banyak dan arsitekturnya sangnt unik yaitu perpaduan antara adat jogja dan klasik.
2.      Banyak kegiatan yang dilakukan wisatawan yang berkaitan dengan budaya,alam, dan kerajinan dari masyarakat lokal
3.      Desa ini jga mendapatkan julukan sebagai Rumah Budaya
Atraksi Wisata yang ditawarkan
1.      Homestay yang di rancang unik dengan perbaduan antara budaya khas Yogyakarta dengan model klasik
2.      Terdapat paket kegiatan di dalam Desa seperti ; membatik kain dan topeng, melukis  membuat keramik, kegiatan kuliner dengan membuat panganan khas seperti berbahan dasar kedelai, dan juga terdapat paket naik Delman.

      Desa wisata tembi ini dapat termasuk sebagai CBT karena setelah dirintis oleh Warwick Pursen Larsen dari Australia pada 1994, sampai sekarang desa wisata ini masih berkelanjutan dan membawa efek baik pada perkembangan masyarakatnya . Masyarakat Desa Tembi juga sampai sekarang masih terus berinovasi untuk memajukan atau mengelola Desa tembi sebagai desa wisata yang terus didatangi wisatawan.
    
    Dampak bagi masyarakat
1.      Berpengaruh terhadap lingkungan masyarakat yang menjadi lebih terjaga dan terawat , adapula progam yang memberdayakan masyarakat sendiri sebagai pelaku pemberisahan lingkungan
2.      Perekonomian masyarakat meningkatkan karena pemberdayaan yang dilakukan berhasil mengakibatkan masyarakat menjadiberkembang dan mandiri . Contohnya banyyaknya di bangun homestay homestay unik untuk di tawarkan pada wisaawan, adanya pelatihan  memembatik melukis dan memproduksi panganan khas.




0

Resume 2 : CBT handbook

Posted by Fajar Nurmalasari on 21.20
Resume 1  Comunity Based Tourism

Nama  : Fajar Nurmalasari
Kelas    : Pariwisata A
Nim     :  16/396354/SV/10567     
      
Comunity Based Tourism

           Comunity Based Tourism dapat diartikan sebagai salah satu konsep yang di dalamnya berisi tentang peranan  kelompok masyarakat atau komuitas dalam suatu usaha pengembangan atau pembangunan pariwisata. Dalam CBT ini suatu komunitas masyarakat memiliki peranan penting melalui pemberdayaan masyarakat dalam kaitanya dengan aspek pariwisata . Dalam menjalankan konsep CBT harus memenuhi prinsip prinsip yang ada seperti Prinsi CBT berdasarkan UNEP dan WTO yaitu antara lain mendukung dan mengembangkan kepemilikan dalam komunitas pariwisata, mengikutsertakan anggota komunitas dalam setiap aspek,mengembangkan kebanggan terhadap komunitas, menggembangkan kualitas hidup anggota komunitas,menjamin keberlanjutan lingkungan, mempertahankan keunikan karakter dan budaya lokal, membantu berkembangnya pembelajaran tentang pertukaran budaya pada komunitas, menghargai perbedaan budaya dan martabat manusia antar komunitas, menditribusikan keuntungan secara adil, dan berperan dalam menentukan presentase pendapatan kepada seluruh anggota komunitas.

Sebenarnya peranan masyarakat terhadap dunia pariwisata memiliki banyak variasi selain CBT yaitu adanya agrowisata Ekowisata, Homestay, masyarakat berbasis Ekowisata dan lain lain. Sama halnya dengan di Indonesia di negara Thailand juga nama dari juga CBT yang disana dikenal dengan TAT sangat bervariasi dan komplek dengan istilah agrowisata dan juga ekowisata.  CBT memiliki beberapa elemen kunci yang harus dijalankan antara lain sumberdaya alam dan budaya yang mana lebih mengutamakan sumber daya alam yang ada di persiapkan dengan baik serta, memperhatikan ekonomi lokal, budaya dan adat istiadat masyarakat lokal agar dapat berkelanjutan, selanjutya Organisasi kemasyarakatan sebagai wadah untuk mensosialisasikan norma atau aturan yag akan di sepakati berama. Selanjutnya Manajmen kepengurusan, dan juga pembelajaran.

Perbedaan antara CBT dan Ecowisata yaitu pada ecowisata lebih memperhatikan pada atraksi alam, budaya lokal dan keunikan sedangkan pada CBT lebih menekankan pada  sumber daya alam dan budaya. Untuk kepemilikan dan menejemen pada Ecowisata tidak dapat ditentukan sedangkan pada CBT berasal dari anggota komunitas tersebut. Pada Ecowisata hubungan pariwisata menekankan pada lingkungan hidup sedangkan CBT pada perkembangan holistik.  Selain dengan Ecowisata CBT juga memiliki perbedaan dengan short visit antara lain pada aspek durasi kunjungan, keaktifan dalam kelompok, harga dan pemasukan serta pembelajaran dan pertukaran budaya dapat dilihat bahwa CBT memiliki kencenduran lebih tinggi. dan terdapat perbedaanperbedaan lain antara CBT dan jenis pariwisata lainya.



CBT dimaksudkan sebagai alat untuk pengembangan masyarakat dan konservasi pembangunan lingkungan. Terdapat lima aspek prinsip pembangunan masyarakat yang mana komunitas masyarakat ini sebenarnya memiliki beberapa dampak yaitu di bidang Ekonomi, sosial, politik, budaya dan lingkungan hidup. CBT dan pengembangan komunitas terhubung secara inheren, karena mereka memiliki sumberdaya alam dan budaya yang sama. CBT juga memiliki beberapa Aspek yang berdampak pada pertumbuhan masyarakat bidang Ekonomi, sosial, politik, budaya dan lingkungan hidup. CBT dapat pula diartikan sebagai gagasan yang menekankan pada pemberdayaan komunitas agar lebih memahami asset atau potensi yang mereka miliki  menjadi daya tarik utama dan tak terlupakan bagi wisatawan.  Dalam mempersiapkan masyarakat CBT harus memperhatikan komitmen antar pemangku kepentingan. 
x

0

Resume 1 : Pemberdayaan Masyarakat

Posted by Fajar Nurmalasari on 21.10
Resume 1  Manajemen Desa Wisata
Nama  : Fajar Nurmalasari
Kelas    : Pariwisata A
Nim     :  16/396354/SV/10567          

Permberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan masyarakat dapat diartikan sebagai suatu usaha yang di lakukan terhadap suatu masyarakat guna meningkatkan kualitas dan memaksimalkan potensi yang ada pada masyarakat tersebut. Sedangkan secara konseptual pengertian dari pemberdayaan masyarakat itu sendiri adalah suatu ’upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat yang dalam kondisi sekarang tidak mampu untuk melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan.’  Dari pengertian pengertian tersebut dapat di simpulkan bahwa suatu pemberdayaan masyarakat merupakan kegiatan yang nantinya akan membawa perubahan atau dampak yang baik bagi kelangsungan atau perkemangan kehidupan masyarakat dari berbagai aspek seperti aspek sosial,ekonomi,budaya dan lain lain.  Pemberdayaan pada mayarakat dapat dilakukan dengan cara pemberian pelatihan, penyuluhan dan sosialisasi, pemberian materi pengetahuan, dan juga di dukung dengan penyediaan alat atau saran prasarana yang mendukung dalam upaya pemberdayaan masyarakat.

Dalam pemberdayaan masyarakat ini nantinya di harapkan dapat mencapai tujuan yaitu adanya perubahan pada keadaan masyarakat yang di berdayakan. Masyarakat yang pada awalnya masih kurang pengetahuan, masih menjadi sumber daya manusia yang lemah dapat berubah menjadi sumberdaya manusia yang kuat,kreatif dan juga produktif untuk meningkatkan taraf hidup mereka.  Dalam pemberdayaan masyarakat ini dapat mengarah pada berbagai aspek salah satunya pada pariwisata. Dalam hal pembedayaan yang mengarah pada dunia pariwisata ini di harapkan masyarakat pada suatu desa dapat di latih dan di berdayakan menjadi masyaraka yang dapat mengembangkan potensi pariwisata yang ada di desanya. Dapat mengoptimalkan sumberdaya pariwisata yang ada dan jga menciptakan inovasi inovasi baru yang nantinya dapat menarik perhatian wisatawan agar tertarik mengunjungi desa mereka.

Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif atau dijadikan sebagai  pelaku utama dalam menjalankan perubahan atau pembangunan yang nantinya akan perpengaruh pada taraf atau kualitaf kehidupan masyarakat pada suatu desa tersebut.  Proses Pemberdayaan pada hakikatnya tidak hanya sekedar mengekploitasi kehidupan masyarakat yang ada di suatu desa agar dapat menarik perhatian masyarakat luar atau wisatawan dan memimiliki daya jual yang tinggi namun lebih menitik beratkan pada pemberian kekuatan pemberdayaan dan bagaimana cara untuk memulai menciptakan suatu kondisi yang memungkinkan masyarakat untuk berkembang.

Pemberdayaan masyarakat memiliki 3 Pilar antara lain ;

1.      1. Pemungkinan ( enabling ) yaitu suatu pemberdayaan dimana pada suatu tempat yang memiliki potensi tertentu dan sangat mungkin untuk di kembangkan atau di kelola menjadi suatu hal yang menarik untuk ditawarkan keluar. Seperti cintohnya pada beberapa dusun di daerah saya yang di lewati oleh sungai sungai dengan ukuran standar dan melintas di sepanjang desa yang memiiki arus air cukup deras dan cocok untuk kegiatan Tubing atau Rafting. Dapat di manfaatkan oleh penduduk desa dengan di bukanya sungai tersebut sebagai wahana Susur Sungai / Tubing / atau Mini Rafting. Dengan  dilengkapi perlengkapan yang memadai seperti ban dan juga pelampung serta pelindung kepala. Selain itu juga harus ada masyarakat lokal yang mampu mendampingi peserta selama pelaksanaan Tubing. Kegiatan ini sangat cocok untuk anak anak mulai dari usia 7 tahun sampai dengan orang dewasa.

        2.  Penguatan  (strengthening  ) yaitu pemberdayaan dimana sudah terdapat potensi dan sudah mulai di olah atau di kembangkan namun masih kurang optimal dan masih dapat di kembangkan menjadi lebih menarik dan memiliki daya jual yang tinggi , seperti contoh pada desa desa wisata di Borobudur . Dengan view alam yang sangat indah dan asri serta kehidupan masyarakat yang masih sangat tradisional di dukung dengan pemukiman yan terletak di bawah kaki perbukitan sangat cocok  dan menarik untuk di kunjungi para wisatawan. Akhir Akhir ini di daerah tersebut bayak di bangun BALKONDES atau bangunan desa yang berbau tradisional berbentuk Joglo dan sangat bagus untuk dijadikan tempat berfoto foto atau sekedar sebagai rest Area bagi wisatawan. Karena kurang dikelola tempat ini kurang menawarkan hal yang menarik padahal bisa saja tempat ini di tambah dengan atraksi lain seperti adanya pertunjukan kebudayaan masyarakat setempat, Workshop membatik , atau wisata kuliner makanan khas Desa wisata tersebut.

      3.  Pelindungan (protecting  ) dengan contoh adanya desa wisata atau desa dolanan di daerah Borobudur. Pada desa tersebut terdapat komunitas yang mengenalkan berbagai dolanan tradisional atau dolanan asli dari masyarakat lokal. Wisatawan yang datang daat diajarkan dan dikenalkan dengan berbagai dolanan tradisional jaman dulu yang samapi saat ini tetap mereka lestarikan.


       Untuk melaksanakan suatu pemberdayaan dalam masyarakat terdapat beberapa prinsip yaitu yang pertama kepemimpinan yang jelas dan bertanggung jawab dapat menjadikan pemberdayaan ini berkelanjutan , yang kedua kemitraan yang terstruktur jelas dan luas , yang ke tiga patungan atau iuran yang sama rata dari anggota pemberdayaandan yang terakhir keswadayaan atau sukarela dari masyarakat . 

Copyright © 2009 Tourism'16 All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.