0

Travel Writing : Desa Wisata Ngringinan

Posted by Fajar Nurmalasari on 05.15

Fajar Nurmalasari
16/396354/SV/10567

Travel Writing

Desa Wisata Ngringinan

            Desa Wisata Ngringinan terletak di daerah Palbapanng Bantul. Desa wisata ini merupakan salah satu desa wisata menarik yang harus di kunjungi wisatawan saat berkunjung ke Yogyakarta. Desa wisata Ngrinan memiliki banyak potensi yang bias di jadikan daya tarik bagi wisatawan. Di desa wisata Ngringinan ini terdaoat pula banyak bangunan bersejarah peninggalan Belanda. Masuk ke area desa ini anda parawisatan akan di ajak untuk menelusuri  jejak Bantul di masa penjajahan Belanda. Desa ini menawarkan beberapa paket wisata yang beberapa di antaranya berisi paket mengunjungi museum, mengunjungi pabrik pembuatan Madu wongso, tempe, emping dan gula jawa, Gereja Ganjuran, ziarah atau wisata religi, melihat kesenian masyarakat setempat dan lain lain.



Tempat pertama yang saya kunjungi saat saya berkunjung ke desa Wisata ini adalah Museum Bantul Masa Belanda. Di Dalam ruangan ini terdapat berbagai foto foto tentang bangunan dan benda benda bersejarah pada masa penjajahan Belanda. Di bawah foto juga terdapat penjelasan mengenai tahun dan juga nama namanya. Bangunan museum ini juga masih termasuk bangunan asli Belanda. Pada bagian belakang museum ini terdapat salah satu rumah produksi makanan khas dari Desa Ngringinan ini yaitu Madu Wongso. Madu Wongso ini merupakan makanan khas yang terbuat dari bahan dasar tape ketan dan gula jawa yang di bungkus dengan kertas warna warni. Proses pembuatan Madu wongso ini di lakukan oleh ibi ibu dari desa wisata Ngringinan ini. Wisatawan yang datang dapat langsung ikut serta dalam membuat madu wongso mulai dari pembuatan hingga proses pengemasan.


            Berpindah dari Museum Bantul Masa Belanda dan Madu Wongso ini saya melanjutkan perjalanan menuju ke Ganjuran untuk mengunjungi Gereja Ganjuran. Di dekat Gereja terdapat sebuah bangunan rumah sakit benama rumah sakit panti rapih yang memiliki konstruksi bangunan yang masih dengan unsur bangunan Belanda asli. Walaupun sudah ada perbaikan di beberapa titik. Rumah sakit ini merupakan cikal bakal dari Rumah sakit Panti Rapih yang ada di dekat Bunderan UGM. Sampai di Gereja Ganjuran ini saya masuk dan mulai melihat lihat keseluruhan area Gereja. Dalam Gereja ini terdapat beberapa bangunan antara lain yang pertama adalah Pastoran merupakan bangunan yang di gunakan untuk tempat tinggal Romo. Kemudian terdapat bangunan utamma gereja yang di gunakan untuk berdoa bersama. Di dalam gereja utama ini terdapat patung Yesus dan Bunda Maria yang mengenakan pakaian adat jawa yang melambangkan adat istiadat masyarakat setempat dan juga melambangkan toleransi. Selain itu bangunan ini juga di desain dengan bentuk menyerupai joglo. Terbuka untuk umum dan dibuka selama 24 jam.  Untuk instrumen music yang ada di dalamnya juga terdapat seperangkat gamelan jawa. Selanjutnya di dalam kawasan ini juga terdapat sebuah mata air yang dianggap suci dan bisa diminum langsung oleh wisatawan. Air ini di percaya sebagai air suci yang memiliki banyak manfaat seperti untuk penyembuhan atau dapat mengabulkan permintaan. Mata Air ini brnama Air Pertosari Di dekat sumur terdapat sebuah Candi yang mirip dengan corak hindu namun sebenarnya ini merupakan candi Katolik  yang sering pula di gunakan untuk memanjatkan doa.

Kawasan gereja ini cukup luas dan banyak di tumbuhi oleh pohon cemara. Kawasan ini diberinama Mandala hati kudus Tuhan Yesus.  Orang yang berwisata religi di sini tidak hanya orang katolik saja namun banyak lintas agama yang datang. Di kawasan Gereja ini terdapat banyak kegiatan keagamaan salah satuunya adalah misa yang di ikuti oleh ribuan orang dan juga 6 tokoh penting lintas agama masyarakat setempat. Di luar area gereja banyak pula took took yang menyediakan souvenir dan olej oleh lainya seperti madumongso yang menjadi produk unggulan di desa wisata Ngringinan.


0 Comments

Posting Komentar

Copyright © 2009 Tourism'16 All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.