0

Wisata Sejarah Situs Warungboto

Posted by Fajar Nurmalasari on 21.02

           Teman teman blogger, setelah saya berbagi pengalaman saya berwisata ke Tamansari sekarang saya akan berbagi cerita tentang perjalanan wisata sejarah saya ke situs sejarah yang tidak kalah dengan Tamansari dan yang uniknya menurut saya struktur bangunanya mirip dengan Situs sejarah yang ada di Tamansari, namanya yaitu Situs Warungboto.


Situs Warungboto merupakan salah satu bangunan  bersejarah yang ada di Yogyakarta tepatnya di jalan Veteran Umbulharjo Yogyakarta. Yogjakarta memang sangat kaya akan wisata budaya dan peninggalan sejarah karena merupakan sebuah wilayah kerajaan yang saat ini masih teguh berdiri. Situs Warung Boto ini pada mulanya merupakan bangunan yang di gunakan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono ke II sebagai tempat pesanggrahan. Tempat pesanggarahan yang di maksud adalah sebagai tempat yang digunakan oleh Sri Sutan Hameng Kubuwono untuk beristirahat bersaama dengan keluarga kerajaan . Setelah berpuluh puluh tahun lamanya bangunan ini sudah tidak di gunakan dan hanya terlihat seperti bangunan bekas rumah yang terbengkalai. Situs bersejarah ini pada mulanya dibangun oleh Hamengku Buwono II sekitar tahun 1880. Situs warungboto ini memiliki fungsi yang berkaitan dengan kenyamanan dan ketenangan, sehingga seperti pada umumnya pesanggrahan dilengkapi dengan taman, segaran, kolam, kebun.



Beberapa tahun silam di Yogyakarta terjadi bencana alam seperti letusan gunung merapi dan terjadi gempa bumi yang cukup dahsyat. Oleh karena itu, bangunan yang ada pun menjadi runtuh dan terbengkalai walaupun masih ada beberapa yang tetap berdiri. Meski demikian, kini Situs Warungboto telah mengalami pemugaran. Reruntuhan bangunan Situs Warungboto yang pernah berjaya kini pun terlihat elok dan megah, patut diperhitungkan menjadi salah satu tempat wisata bersejarah yang recommended dikunjungi saat berkesempatan menikmati liburan di Jogja. Situs Warungboto pada bentuk aslinya menyerupai situs sejarah di Tamansari yang juga di lengkapi dengan area taman air dengan dua kolam yang cukup luas. Luas bangunan situs warungboto yang sedang dipugar ini mungkin tidak akan seluas bangunan yang asli karena daerah disekitar Warungboto telah dijadikan sebagai pemukiman warga. Masyarakat disekitar pun sangat mendukung pembangunan kembali situs Warungboto ini, selama ini pun masyarakat ikut serta dalam menjaga puingbangunan yang masih tersisa.

Untuk menuju warungboto ini sayangnya kita tidak dapat menggunakan kendaraan umum seperti Bus atau angkutan umum dan Trans Jogja, karena tidak ada yang melintas tepat di depan situs warungboto ini. Tapi, tak perlu khawatir ya teman teman karena masih ada Gojek atau Gocar yang siap mengantar kalian sampai ketempat ini. Kalau saya pribadi sih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi ya, karena jalan nya pun sangat mudah untuk dilewati dan di capai. Jalan menuju ke Situs Warungboto ini sudah bagus dan tidak macet. Setelah sampai di tempat tujuan, pertama kali saya bingung karena  gerbang menuju bangunan utama ditutup , kebetulan ada orang yang lewatdan memberi tahu kami bahwa untuk masuk situs Warungboto ini untuk sementara harus lewat belakang karena sedang dalam proses pembangunan.

Situs Warungboto ini untuk tiket masuknya masih gratis karena memang pembangunanya belum selesai dan fasilitas baru yang disediakan pun belum ada. Masyarakat desa warungboto yang tinggal di sekitar bangunan ini pun ikut berkontribusi dengan menyediakan tempat parkir dan memberikan peraturan tertulis apada pengunjung seperti dilarang memanjat dinding dll . Kelebihan lain yang membuatbangunan ini menarik untuk di kunjungi adalah karena lokasinya yang sangat strategis yaitu dipinggir jalan raya . Jadi, untuk menuju ke situs Warungboto ini bisa menggunakan kendaraan apapun kecuali kendaraan umum karena memang belum ada kendaraan umum yang melintas tepat di depan situs Warungboto ini. 
Situs Warungboto ini belum dapat dipastikan mengenai waktu selesai pembangunanya,karena situs ini nantinya benar benar akan di jadikan sebagai bangunan yang sangat megah dan tidak kalah dari Tamansari. Mata air yang ada pun akan dihidupkan kembali seperti fungsinya semula. Situs warungboto ini memiliki Struktur bangunan yang unik dengan lorong-lorong, pintu dan jendela yang sebagian memiliki aksen lengkung pada bagian atasnya begitu menarik. Atraksi tambahanpun sepertinya akan di hadirkan di situs Warungboto ini. Fasilitas yang ada  akan dilengakpi agar menjadi layak seperti tempat wisata yang lain. Pengunjung situs Warungboto untuk saat ini sudah mulai ramai terutamnya para remaja . Remaja saat ini yang memang sangat menyukai tempat tempat yang unik dan bagus untuk berfoto sudah mulai berdatangan di Warungboto ini setiap harinya. Media sosial untuk saat ini merpakan media promosi yang sdah sangat ampuh untuk mempromosikan situ Warungboto ini. Situs Warungboto ini kini sudah mulai banyak dikenal dan fotonya sudah banyak beredar di media sosial utamanya Instagram . Sekarang kalian sudah mengenal situs Warungboto ini kan ?  Jadi kapan mau kesini ?

            




 Situs warungboto setelah pemugaran sumber : http://www.pojokjogja.com/


Gambar terkait

 Situs warungboto sebelum pemugaran , Sumber : http://www.pojokjogja.com/



0

Kesejukan Istana Air Taman Sari Yogyakarta ( water Castle )

Posted by Fajar Nurmalasari on 19.54
                                  Hasil gambar untuk taman sari


Halo teman teman blogger, beranjak dari wisata Candi  di Yogyakarta, sekarang saya akan beranjak ke wisata sejarah lainya yang ada di Yogyakarta. Tak kalah dengan Jawa Tengah, Kota Yogyakarta juga mempunyai banyak bangunan bersejarah yang sampai saat ini  masih di jaga dan telah direnovasi menjadi Objek wisaata. Bangunan bersejarah itu bernama Istana Air Taman Sari atau sering dikenal dengan sebutan “ Water Castle  “ . Nama objek wisata Taman Sari sendiri sudah cukup terkenal di daerah Yogyakarta sebagai Situs Cagar Budaya. Melihat foto-fotonya dari album seorang teman, membuat saya tertarik untuk mengunjunginya. Sehingga ketika saya memiliki kesempatan untuk berwisata di Yogyakarta maka saya mengagendakan untuk mengunjungi situs tersebut.


Taman Sari merupakan situs bekas taman atau kebun istana yang dibangun pada masa Sultan Hamengkubuwono I yaitu pada tahun 1758-1765/9. Kebun istana ini merupakan sebuah kompleks yang terdiri dari beberapa bagian bangunan. Dan yang masih tersisa sampai dengan saat ini ada dua bagian yaitu Bagian pertama merupakan danau buatan yang disebut “segaran” serta bangunan yang ada di tengahnya berupa pulo kenongo, pulo cemethi dan sumur gumuling. Bagian kedua berupa Gedhong Gapura Agung, Gedhong Lopak-lopak, Umbul pasiraman atau Umbul binangun, Gedhong Sekawan, Gedhong Gapura Panggung, dan Gedhong Temanten. 

Pada awalnya saya bersama teman saya berjalan jalan ke daerah Malioboro dan Pasar Bringharjo. Setelah itu kami  pergi menuju Kraton Yogyakarta namun ternyata waktu itu Kraton Yogyakarta sudah memasuki jam tutup untuk kunjungan wisata, jadi kami langsung memutuskan untuk pergi langsung ke Taman Sari. untuk menuu ke Tamansari kami memilih untuk menaiki beak . Kami pun diantarkan oleh tukang becak ke pasar burung ngasem. Pada awalnya saya sempat heran kenapa saya diturunkan disini, bukan di gerbang utama. Tukang becak tersebut menunjukkan bahwa Taman Sari ada di belakang bangunan itu, sambil menunjuk bangunan tinggi yang sudah runtuh yang tersisa hanya dinding yang sudah lapuk.
  
Kami pun berjalan memasuki sebuah gapura yang melengkung dengan dihiasi sebuah lampu berornamen klasik di kedua sisinya. Sebelum memasuki gapura tersebut disisi sebelah kanan saya merupakan pasar ngasem dan setelah memasuki gapura di sisi kiri seperti tempat beristirahat dan tepat di hadapan gapura ada sebuah panggung yang terbuat dari batu-batu alam persegi. 


          Kami pun menelusuri jalan menuju bangunan tinggi tersebut dan saya sempat terheran-heran karena melewati rumah penduduk. Setelah berbelok ada sebuah jalan menanjak yang menjadi gerbang masuk pengunjung ke bangunan tinggi tersebut. gerbang tersebut berbentuk persegi dengan hiasan relief tanaman setengah lingkaran diatas gerbang. Setelah memasuki gerbang tersebut ada 2 buah plang, yang pertama mengenai Cagar Budaya Situs Pesanggrahan Taman Sari dan yang kedua berupa Bangunan Cagar Budaya Pulau Cemeti Taman Sari. Rupanya bangunan tinggi yang terlihat dari pasar ngasem adalah Pulau Cemeti.


Disisi bangunan masih bisa dijumpai sisa-sisa reruntuhan bangunan pulau cemeti. Bangunan tersebut seperti tidak terawat, dindingnya kusam dan berlumut. Atap bangunannya runtuh karena termakan usia dan menurut sumber yang lain menyebutkan runtuh karena gempa. Ketika saya tiba ada beberapa pasangan yang berada di sana menikmati sunyinya bangunan. 

Saya berjalan menuju ke arah selatan dan melewati gerbang yang sama seperti saya masuk ke pulau cemeti hanya bedanya ada beberapa gerbang. Saya menuruni beberapa anak tangga dan berjalan masuk ke sebuah pintu yang didalamnya ternyata adalah sebuah terowongan yang menurut sebuah sumber, terowongan ini dahulunya  berada di bawah permukaan air yang menghubungkan pulau cemeti dengan gapura panggung dan pesanggrahan taman sari
.

Kami pun berjalan menuju gerbang utama yaitu gapura panggung untuk memasuki pemandian Taman Sari yang biasa disebut umbul binangun. Gapura Panggung yang berada di sebelah timur bentuknya memukau dengan arsitektur dan ornament asli jawa dan dihiasi 2 buah patung naga di sisi gerbangnya.



    Kami memasuki gapura panggung tersebut dan setelah membeli tiket seharga Rp.3000 untuk wisawatan domestic, maka kami pun masuk ke dalam taman sari. Setelah keluar dari gapura panggung sebuah jalan yang dibentuk oleh batuan alam persegi yang disusun dengan pola teratur menghubungkan gapura panggung dengan sebuah gerbang menuju umbul binangun. Di tepi jalan tersebut dihiasi beberapa buah pot yang tinggi dan besar, di dalam pot tersebut tertanam sebuah pohon berukuran sedang seakan menggiring pengunjung menuju umbul binangun. 

     Saya pun berjalan  menuju umbul binangun. Gerbangnya berbentuk seperti rumah yang di atas pintu masuknya dihiasi oleh ornament jawa klasik dengan unsur cinanya. Sebelum memasuki pintu tersebut lalu saya pun dapat melihat dibawah sana umbul binangun dengan dasar berwarna biru terlihat mempesona. 


         Umbul binangun menggoda saya untuk turun dan merasakan kesejukan airnya. Saya pun berjalan menuruni puluhan anak tangga dan saya terhenti tepat di bagian bawah anak tangga. Dari situ umbul binangun pun terlihat sempurna dengan dikelilingi tembok tinggi. Di beberapa bagian kolam terdapat air yang memancar dari sebuah ornament berbentuk jamur dengan sculpture teratai yang memperindah umbul binangun. Sedangkan di beberapa titik di sisi kolam terdapat pot bunga besar yang mempercantik pemandian taman sari.

                                          
 Di sebelah selatan ada sebuah menara yang bisa melihat umbul binangun secara keseluruhan. Konon dari menara tersebut sultan memilih  salah satu selir atau istrinya. Dibalik menara tersebut ada sebuah kolam yang digunakan khusus untuk pemandian sultan dan permaisurinya saja. Umbul binangun terletak di bagian tengah dan di apit oleh menara dan sebuah kolam dengan ukuran lebih kecil yang disebut umbul muncar.


      Setelah berkeliling di tiga kolam pemandian tersebut, maka saya pun beranjak menaiki tangga menuju gerbang gapura agung. Setelah menaiki tangga, sebuah halaman luas menyambut dengan bagian tengah berbentuk persegi delapan dan tepat di seberang pintu terdapat gapura agung dengan bentuk yang memukau. Gapura ini berukuran lebih besar dibanding gapura panggung, bentuknya seperti gunung dengan sisi-sisinya yang berundak dihiasi relief burung dan bunga-bungaan serta ornament klasik memperanggun rupa gapura.

       Di sisi sebelah utara ada sebuah rumah di teras rumah tersebut ada pria paruh baya yang sedang mengerjakan wayang kulit. Mengukir sebuah kulit yang sudah berbentuk wayang diatas sebuah talenan berbentuk bundar. Tidak jauh dari pria tadi, seorang wanita yang berusia sekitar 30an tahun sedang menggoreskan canting pada sebuah kain. Rupanya wanita tersebut sedang membuat batik tulis yang berukuran 2x1 meter dan jika dijual bisa berkisar Rp.1,500,000.00. Prosesnya yang rumit dan motif yang menarik membuat harga batik tulis tidak murah.

Begitulah catatan perjalanan saya mengunjungi Taman Sari yang merupakan salah satu bangunan bersejarah di Kota Yogyakarta . Objek di taman sari yang saya kunjungi sudah memberikan kepuasan tersendiri terhadap rasa keingintahuan saya. Jadi, untuk kalian yang sedang berniat untuk berwisata ke Yogyakarta, alangkah baiknya apabila kalian singgah ketempat ini. Oh iya sekedar info saja tempat ini juga sering di gunakan untuk penggambilan foto prawedding oleh para pasangan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Sejumlah artispun pernah menggunakan tempat ini sebagai tempat shooting film atau video klip seperti pada video klip Caesar Hirohito dan Felisciya Angelista .
Sember : Indra, Kusuma sejati, di akses pada tanggal 25 November 2016 melalui https://direktori-wisata.com/wisata-di-tamansari-yogyakarta/

0

Candi Ijo, Candi Tertinggi di Yogyakarta

Posted by Fajar Nurmalasari on 19.32
                            

        Next trip, meninggalkan keindahan Kota semarang dengan sejuta Pesona Sejarah nya saya akan bercerita tentang pengalaman saya selanjutnya dalam berwisata sejarah yaitu beberapa bangunan sejarah di Yogyakarta . Di Yogyakarta tempat sejarah yang saya pilih adalah beberapa spot Candi . Candiyag saya tujubpertama adalah Candi Ijo.

Rute Perjalanan Ke Candi Ijo, Sumber : http://www.kompasiana.com/ 


Untuk perjalanan ke Candi saya berboncengan dengan motor matic bersama teman saya. Lokasi dari Candi ijo tersebut adalah di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.  Dari Prambanan kami menuju ke arah Candi Boko di sebelah selatan. Sesampai Candi Boko, terus ke arah selatan sampai dengan plang petunjuk Candi Ijo. Kami belok kiri dan mengikuti jalan tersebut. Kira-kira 2 km kemudian jalanan mulai naik. Sempat pesimis karena di kanan kiri cuma kebun kering dan gersang serta jalanan yang berlubang di beberapa lokasi. Jalan ke Candi Ijo masih seperti jalanan sebelumnya, menanjak dan berlubang. Candi itu memang lokasinya di tempat tertinggi.

                  
      Setelah sampai di lokasi, kami memarkir motor kemudian pergi kerah loket. Untuk masuk ke Candi Ijo ini kami harus membayar sejumlah Rp.5000 saja. Candi Ijo merupakan candi yang Memiliki 11 Teras. Candi Ijo pertama kali ditemukan oleh seorang administratur pabrik gula Sorogedug bernama H.E Doorepaai pada tahun 1886 saat sedang mencari lahan untuk bertanam tebu. Candi Ijo sebenarnya merupakan sebuah kompleks candi-candi yang terletak di suatu bukit berundak yang disebut Bukit Ijo. Bangunan candi induk pada kompleks Candi Ijo berada pada bukit (disebut juga dengan teras) ke-11 yang merupakan teras paling atas. Bangunan candi induk tersebut menghadap ke arah barat dan memiliki struktur yang merepresentasikan Gunung Mahameru.
  
  



             Di dalam bilik bangunan induk Candi Ijo terdapat lingga yoni berukuran besar yang bentuknya nyaris serupa dengan lingga yoni yang aku jumpai di Candi Sambisari. Di sekitar candi induk terdapat tiga buah candi perwara yang masing-masing dari candi berisi yoni, arca nandi, arca padmasana, dan sebuah lubang pembakaran. Apabila diperhatikan juga, Candi Ijo merupakan candi hindu dengan candi induk terbesar kedua setelah Prambanan. Ukuran lingga-yoni di Candi Ijo adalah yang terbesar dibandingkan candi-candi Hindu lain yang terletak di sekitarnya.

        Belum cukup lama saya mengelilingi candi tiba tiba langit gelap dan Kabut pun datang . Karena berada di ketinggian yang cukup tinggi wajar saja apabila serng tiba tiba cuaca berubah menjadi bergabut . Namun kali ini saya kurang beruntung, kabut yang datang pada waktu itu disertai dengan hujan yang tiba-tiba datang dengan sangat derasnya. Terpaksa saya harus berteduh di salah satu bilik. Kabut pada waktu itu sangat pekat sehingga semua nya tidak terlihat sama sekali, bahkan setelah hujan reda kabut pun masih menyelimuti area Candi Ijo ini. Setelah beberapa waktu kemudian kabut yang menyelimuti area candi sedikt demi sedikit mulai pergi terbawa angin. Saya pun bergegas turun kebawah karena takut akan datang kabut lagi.


Walaupun perjalanan kali ini terhalang oleh kabut dan hujan namun sudah cukup memuaskan bagi saya bisa datang ke Candi tertinggi ini,dan  bisa secara langsung meliihat keunikan dari Candi Ijo ini serta yang paling penting kita dapat belajar tentang sejarah dari arca arca atau ukiran pada Candi Ijo. Memang untuk sampai kesini kalian butu sedikit perjuangan, namun teman teman, saa janji kalian nggak akan nyesel setelah sampai atas candi ini. Dari atas Candi Ijo ini kalian juga akan mendapat bonus dapat menyaksikan keindahan Yogyakarta dan pegunungan yang mengelilinya. Sunguh sangat asri dan sejuk pemandanan yang di suguhkan dari atas sini. Sebelum pulang pun kami beristirahat sejenak untuk menikmati  pemandangan yang ada. 

Jadi kalau kalian mencari tempat mencari ketenangan, keindahan sekaligus mengagumi sejarah kejayaan bangsa ini di masa silam maka Candi Ijo adalah tempat yang tepat.

sumber : Hamim ThohariSelasa, 19 Mei 2015 17:52 WIB, diakses pada tanggal 25 november 2016 melalui http://www.tribunnews.com/travel/2015/05/19/menikmati-panorama-dan-misteri-candi-ijo-candi-tertinggi-di-yogyakarta 

0

Kota Lama Semarang

Posted by Fajar Nurmalasari on 06.36



                Next Trip Semarang, kali ini saya akan bercerita lagi tentang pengalaman saya di Semarang. Tempat kedua setelah Lawang Sewu yang saya kunjungi adalah “Kota Lama”. Semarang adalah kota yang memiliki berbagai segi historis yang di milikinya. Kota besar yang berada di Jawa Tengah tersebut pastinya memiliki beberapa gedung, tempat wisata yang menarik, kenangan dan sejarah histori yang kental sepanjang perebutan kemerdekaan Republik Indonesia, bersama kota Yogyakarta, Jakarta,  Solo dan Surabaya sebagai sentral dari pusat kebudayaan dan historis.

Spot lain yang wajib kamu kunjungi ketika pergi ke Semarang  untuk melihat Pesona Wisata Sejarah adalah di Kota Lama ini. Spot tersebut juga sangat cocok untuk kamu yang menyukai dunia fotografer. Spot yang berada di jalan antara Jalan Garuda dan Jalan Glatik serta  Jalan Jenderal Soeprapto terssebut ,menjadi spot favorit untuk megabadikan momen moment sejarah dari kota Lama. Kebetulan sekali ya, di kuliah lapangan kemarin saya berkesempatan untuk singgah juga d Kota Lama ini . Kami satu angkatan sampai di Kota Lama ini menjelang sore hari sehingga cuacanya pun tidak begitu panas. Jadi, senang ya kami bisa mengelilingi bangunan bangunan tua di Kota ini.


Di spot ini saya  bisa menemui suasana yanng lumayan ramai dengan lingkungan yang bersih dan segar. Di spot tersebut pula , kamu dapat menemukan berbagai taman yang pas untuk jalan jalan di sekitar spot tersebut . Selain itu  ada aneka wisata kuliner yang wajib kamu coba di sekitar spot tersebut. Namun sayang, karena keterbatasan waktu saya dan teman teman tidak berkesempatan untuk mencicipi jajanan di daerah sekitar Kota Lama ini.


Oh iya, teman teman Blogger , untuk kalian pecinta arsitektur dan sejarah pasti senang di kota lama. Bangunan-bangunan kuno peninggalan Belanda bertebaran disini, seakan kembali ke masa lalu dan serasa berada di Eropa haha. Jadi, bisa dibilang bangunan bangunan di sini mirip dengan bangunan bangunan yang ada di Eropa. Buat kalian yang mau foto-foto ala ala luar negeri bisa banget dateng ke tempat ini :D . Di Kota Lama ini banyak peninggalan kuno berupa bangunan-bangunan beraksitektur Belanda yang sampai saat ini masih kokoh berdiri di kawasan Kota Lama. Di antaranya ada yang difungsikan sebagai kafe, hotel, rumah tinggal dan perkantoran perusahaan. Di sekitar Johar, gedung-gedung tua tersebut jumlahnya cukup banyak hingga disebut sebagai kawasan Kota Lama. Sekarang ini kawasan Kota Lama telah direvitalisasikan dan dijadikan kawasan cagar budaya.
                                               

Satu lagi yang tidak kalah menarik nih, Di Kota lama ini juga terdapat tempat Ibadah bersejarah dengan bangunan ala ala Eropa bernama Gereja Bledug . Di Gereja Bledug ini saya berkesempatan untuk naik ke atas menaranya.  Dari atas  menara Gereja Bledug ini kita dapat melihat seluruh  keindahan wilayah Kota Lama dari ketinggian. Dan kalian bisa bayangkan betapa indahnya Kota Lama ini. Jadi,jadi,jadi  Buat kalian yang sedang berada di Kota Semarang atau berencana berlibur ke Semarang , harus banget ya mampir kesini.

Sumber :




0

Wisata Sejarah ke Pintu Seribu

Posted by Fajar Nurmalasari on 05.44


Halo teman-teman blogger, kali ini saya akan berbagi cerita mengenai  perjalanan  wisata saya kebeberapa tempat wisata sejarah di daerah Semarang dan Yogyakarta . Yang pertama , saya akan berbagi pengalaman tentang perjalanan wisata saya ke “Si Pintu Seribu” atau sering disebut  Lawang Sewu . Kenapa tempat ini  disebut lawang sewu? Karena bangunan ini merupakan bangunan yang memiliki  pintu yang sangat banyak sehingga orang orang  menganggap bahwa pintu yang ada disana berjumlah seribu, padahal kalau di hitung juga nggak ada seribu lho aslinya hahaha. oh ya, selain emiliki banyak pintu, lawang sewu juga  memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu pula . 


Terakhir kali saya pergi ke lawang sewu adalah beberapa waktu yang lalu ketika kuliah lapangan di Semarang.  Sesampainya di area Lawang Sewu kami turun dari bus kemudian masuk ke dalam bangunan lawang sewu. Setelah itu sebelum masuk kedalam bangunan, kami di bagi menjadi beberapa kelompok dan saat memasuki Lawang Sewu kami di pandu oleh seoarang tour guide . Di dalam ruangan kami mendapat penjalasan secara detail mengenai  filosofi daerah setiap ruangan di bangunan ini. Untuk berkunjung ke lawang sewu di kenakan biaya masuk Rp. 10.000 per-orang dan bagi anda yang baru pertama kali datang dan ingin mengetahui lebih detail tentang lawang sewu bisa menyewa jasa tour guide dengan biaya  Rp. 30.000 per rombongan.


Tour guide dari lawang sewu ini menjelaskan bahwa semula gedung ini digunakan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api (trem) penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij(NIS). Kantor pusat NIS merupakan perusahaan kereta api swasta dimasa pemerintahan Hindia Belanda yang pertama kali membangun jalur kereta api di Indonesia untuk menghubungkan Semarang dengan Vorstenlanden (Surakarta dan Yogyakarta) dengan jalur pertamanya Jalur Semarang Temanggung pada tahun 1867. Awalnya administrasi NIS diselenggarakan di Stasiun Semarang NIS. Pertumbuhan jaringan yang pesat diikuti bertambahnya kebutuhan ruang kerja sehingga diputuskan membangun kantor administrasi di lokasi baru. Pilihan jatuh pada lahan di pinggir kota dekat kediaman Residen Hindia Belanda, di ujung selatan Bodjongweg Semarang.


Saya mengelilingi ruangan yang ada di lawang sewu ini dan memperhatikan bangunan bangunan yang ada dengan saksama. Di ruangan utama bangunan ini terdaat miniatur  bangunan lawang sewu secara keseluruhan. Didalam wisata lawang sewu kita juga  dapat menemukan berbagai miniatur kereta api,  foto foto kereta api di museum kereta api  mini, serta alat alat pada zaman dahulu yang di gunakan sebagai peralatan kantor,  kemudian bekas kantor perkereta apian Belanda yang mempunyai lorong lurus sejajar seperti gerbong kereta api untuk memudahkan pekerja dalam mendatangi pekerja lain di lain ruang, kemudian yang paling menarik tentu saja lorong bawah tanah yang digunakan para tentara jepang sebagai penjara bawah tanah, tempat penduduk pribumi dihukum dan dibuang jenazahnya. Dahulu wisatawan yang datangg diperbolehkan untuk turun ke bawah menyusuri lorong bawah tananh tersebut. Namun seiring dengan berjalanya waktu lorong bawah tanah tersebut terendam air yang lama kelamaan semakin tinggi. Sehingga saat ini lorong bawah tanah itu ditutup untuk umum. 



Oh iya teman teman , yang tak kalah menarik dari tempat ini adalah Lawang sewu ini juga  termasuk bangunan kuno, sehingga tak sedikit juga kelalawar yang hidup di dalamnya. Sehingga saat Anda mengelilingi bangunan tersebut, terlebih menuju aula lantai dua, Anda akan mencium bau kelelawar yang menyengat. Sediakan penutup hidung ya guys, bagi yang gak kuat tahan napas.  Menurut menuturan dari pemandu kami tidak sedikit cerita mistis yang menyelimuti cerita lawang sewu ini. Banyak sekali pengalaman pengunjung yang merasakan kemistisan dari lawang sewu, terutama sebelum lawang sewu direnovasi. Tak sedikit pula yang mengunggah foto maupun cerita mistis di internet. Sudah beberapa stasiun televisi yang meliput lawang sewu dengan cerita mistisnya pula. Jadi buat kalian yang ngaku nya punya nyali yang kuat , wajib nih berkunjung kesini. Apabila kalian berkunjungnya di malam hari pasti suasana mistisnya pun akan lebih terasa, tapi kalau ada hal-hal aneh yang terjadi jangan salahin siapapun ya guys haha.


Okay teman teman setelah kami puas mengelilingi setiap ruangan yang ada di lawang sewu ini akhirnya kami keluar dan beristirahat di halaman tengah Lawang sewu ini. Sekedar info tambahan nih untuk kalian yang mau berkunjung di Lawang sewu ini, Lawang sewu selain sebagai obyek wisata Semarang, yaitu tempatnya yang sangat amat strategis karena tepat berada di jantung kota. Selain itu, di depan lawang sewu terdapat tugu yang dikenal sebagai Tugu Muda, yaitu bukti sejarah perang lima hari di Semarang. Sebagai pusat Kota Semarang. Jadi pengunjung dapat melihat 2 bukti sejarah dalam satu waktu.   Jadi buat teman teman yang berkunjung ke Semarang , tidak ada alasan ya untuk tidak berkunjung ke Lawang Sewu ini.

Sumber : ,  30 Agustus 2016, di akses pada 25 November 2016 melalui https://www.pegipegi.com/travel/mengenal-sejarah-dan-cerita-mistis-lawang-sewu-di-semarang/




Copyright © 2009 Tourism'16 All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.