0
Wisata Sejarah ke Pintu Seribu
Posted by Fajar Nurmalasari
on
05.44
Halo teman-teman
blogger, kali ini saya akan berbagi cerita mengenai
perjalanan wisata saya
kebeberapa tempat wisata sejarah di daerah Semarang dan Yogyakarta . Yang
pertama , saya akan berbagi pengalaman tentang perjalanan wisata saya ke “Si
Pintu Seribu” atau sering disebut Lawang Sewu . Kenapa tempat ini disebut lawang sewu? Karena bangunan ini merupakan bangunan yang
memiliki pintu yang sangat banyak sehingga
orang orang menganggap bahwa pintu yang
ada disana berjumlah seribu, padahal kalau di hitung juga nggak ada seribu lho
aslinya hahaha. oh ya, selain emiliki
banyak pintu, lawang sewu juga memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar,
sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu pula .
Terakhir kali
saya pergi ke lawang sewu adalah beberapa waktu yang lalu ketika kuliah
lapangan di Semarang. Sesampainya di
area Lawang Sewu kami turun dari bus kemudian masuk ke dalam bangunan lawang
sewu. Setelah itu sebelum masuk kedalam bangunan, kami di bagi menjadi beberapa
kelompok dan saat memasuki Lawang Sewu kami di pandu oleh seoarang tour guide . Di dalam ruangan kami
mendapat penjalasan secara detail mengenai
filosofi daerah setiap ruangan di bangunan ini. Untuk
berkunjung ke lawang
sewu di kenakan biaya masuk Rp. 10.000 per-orang dan bagi anda yang baru
pertama kali datang dan ingin mengetahui lebih detail tentang lawang sewu bisa menyewa jasa tour guide dengan biaya Rp. 30.000 per rombongan.
Tour guide dari
lawang sewu ini menjelaskan bahwa semula gedung ini digunakan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api (trem) penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg
Naatschappij(NIS). Kantor pusat NIS merupakan perusahaan kereta api swasta dimasa pemerintahan
Hindia Belanda yang pertama kali membangun jalur kereta api di
Indonesia untuk menghubungkan Semarang dengan Vorstenlanden (Surakarta dan Yogyakarta) dengan
jalur pertamanya Jalur Semarang Temanggung pada tahun 1867. Awalnya administrasi NIS
diselenggarakan di Stasiun Semarang NIS. Pertumbuhan jaringan yang pesat
diikuti bertambahnya kebutuhan ruang kerja sehingga diputuskan membangun kantor
administrasi di lokasi baru. Pilihan jatuh pada lahan di pinggir kota dekat
kediaman Residen Hindia Belanda, di ujung selatan Bodjongweg Semarang.
Saya
mengelilingi ruangan yang ada di lawang sewu ini dan memperhatikan bangunan
bangunan yang ada dengan saksama. Di ruangan utama bangunan ini terdaat
miniatur bangunan lawang sewu secara
keseluruhan. Didalam wisata lawang sewu kita juga dapat menemukan berbagai
miniatur kereta api, foto foto kereta
api di museum kereta api mini, serta alat
alat pada zaman dahulu yang di gunakan sebagai peralatan kantor, kemudian bekas
kantor perkereta apian Belanda yang mempunyai lorong lurus sejajar seperti
gerbong kereta api untuk
memudahkan pekerja dalam mendatangi pekerja lain di lain ruang, kemudian yang paling menarik tentu saja lorong bawah
tanah yang digunakan para tentara jepang sebagai penjara bawah tanah, tempat
penduduk pribumi dihukum dan dibuang jenazahnya. Dahulu wisatawan yang datangg diperbolehkan untuk turun ke bawah menyusuri lorong bawah
tananh tersebut. Namun seiring dengan berjalanya waktu lorong bawah tanah
tersebut terendam air yang lama kelamaan semakin tinggi. Sehingga saat ini
lorong bawah tanah itu ditutup untuk umum.
Oh iya teman teman , yang tak kalah
menarik dari tempat ini adalah Lawang sewu ini juga termasuk bangunan kuno, sehingga tak
sedikit juga kelalawar yang hidup di dalamnya. Sehingga saat Anda mengelilingi
bangunan tersebut, terlebih menuju aula lantai dua, Anda akan mencium bau
kelelawar yang menyengat. Sediakan penutup hidung ya guys, bagi yang gak kuat
tahan napas. Menurut menuturan dari pemandu kami tidak sedikit
cerita mistis yang menyelimuti cerita lawang sewu ini. Banyak sekali pengalaman
pengunjung yang merasakan kemistisan dari lawang sewu, terutama sebelum lawang
sewu direnovasi. Tak sedikit pula yang mengunggah foto maupun cerita mistis di
internet. Sudah beberapa stasiun televisi yang meliput lawang sewu dengan
cerita mistisnya pula. Jadi buat kalian yang ngaku nya punya nyali yang kuat ,
wajib nih berkunjung kesini. Apabila kalian berkunjungnya di malam hari pasti
suasana mistisnya pun akan lebih terasa, tapi kalau ada hal-hal aneh yang
terjadi jangan salahin siapapun ya guys haha.
Okay teman teman setelah kami puas mengelilingi setiap
ruangan yang ada di lawang sewu ini akhirnya kami keluar dan beristirahat di
halaman tengah Lawang sewu ini. Sekedar info tambahan nih untuk kalian yang mau
berkunjung di Lawang sewu ini, Lawang sewu selain sebagai obyek wisata Semarang, yaitu
tempatnya yang sangat amat strategis karena tepat berada di jantung kota.
Selain itu, di depan lawang sewu terdapat tugu yang dikenal sebagai Tugu Muda,
yaitu bukti sejarah perang lima hari di Semarang. Sebagai pusat Kota Semarang.
Jadi pengunjung dapat melihat 2 bukti sejarah dalam satu waktu. Jadi buat teman teman yang berkunjung ke
Semarang , tidak ada alasan ya untuk tidak berkunjung ke Lawang Sewu ini.






Posting Komentar